ID
Password
Gunakan Browser Mozilla Firefox untuk tampilan yang lebih baik
GIGABYTE M1305 Desktop-Like Performance
2010-07-22 00:17:16
           
Preview



Hi FILE-readers! Kali ini FILE akan me-review sebuah notebook dari GIGABYTE, yaitu GIGABYTE M1305. Mungkin FILE-readers sekalian cukup asing mendengar notebook merk GIGABYTE, karena memang produsen yang satu ini lebih terkenal dengan produk motherboard-nya di Indonesia. Notebook ini disebut oleh GIGABYTE sebagai Desktop-Like Performance, karena ia memiliki sebuah VGA atau kartu grafis tambahan terpisah yang disebut dengan Docking Station. Karena hal tersebut juga, notebook ini memiliki dua fungsi, untuk fungsi mobile dan keperluan multimedia seperti bermain game atau rendering video.



Dari penampilan luarnya, notebook ini terlihat cukup menarik dengan panel glossy berwarna putih dengan logo GIGABYTE di tengahnya. Kemudian saat FILE membuka notebook ini, terlihat perpaduan warna hitam dan putih yang cukup serasi. Panel layar dibalut dengan warna hitam, dan panel keyboardnya berwarna putih dengan engsel berwarna silver. Di atas layar terdapat kamera 1,3 megapixel dan dua microphone untuk merekam suara yang mengapit kamera di tengah-tengah. Lalu, tepat di atas keyboard terdapat speaker yang dibalut dengan warna hitam. Di sebelah kanan bawah speaker terdapat lampu indikator Num Lock dan Caps Lock, serta tombol Smart dan tombol Power yang didesain menyatu dengan speaker.



Ukuran tombol keyboard-nya sedang dan cukup nyaman digunakan. Lalu touchpadnya menggunakan bahan yang berbeda dari panelnya, terasa lembut dan nyaman di jari. Touchpad ini juga memiliki horizontal dan vertical scrolling di bagian kanan dan bawahnya. Namun touchpad ini belum men-support multi-touch gesture. Di bawah touchpad terdapat tombol klik kanan dan kiri serta fingerprint sensor di tengahnya. Tepat di bagian bawah kanan tombol klik kanan terdapat beberapa lampu indikator, seperti Wi-Fi, Bluetooth, modem 3.5G, prosesor, charging, dan power. Yang menarik di sini adalah, di samping tombol klik kanan terdapat ikon baterai. Jika notebook dalam keadaan mati, tombol ini dapat berfungsi menunjukkan sisa baterai. Caranya adalah dengan menekan tombol klik kanan, lalu lampu indikator akan menyala sesuai dengan sisa dari baterainya.



Beralih ke bagian kanan, notebook ini memiliki tiga port USB 2.0 (satu port USB yang menyatu dengan port e-SATA), 4-in-1 card reader(SD/MMC/MS/MS Pro), port HDMI dan VGA out.



Lalu di bagian kirinya terdapat ODD(Optical Disc Drive), Mic-in, Earphone-out, RJ45, DC-in, dan Kensington lock slot. ODD notebook ini dapat dilepas dan dijadikan sebagai tempat baterai cadangan.



FILE mencoba mengangkat notebook ini dan ternyata notebook ini cukup ringan dan cukup nyaman dibawa kemana-mana, karena hanya memiliki bobot 1,79 Kg. Kemudian untuk Docking Station-nya, di bagian depan sebelah kanan terdapat port untuk menyambungkan Docking Station dengan notebook. Di sebelah kanan terdapat engsel untuk memisahkan laptop dengan Docking Station. Lalu di sebelah kiri terdapat DVI dan HDMI port. Dan di belakang terdapat enam port USB 2.0, VGA out, RJ45, Mic-in, Earphone-out, dan DC-in.

Untuk prosesornya, notebook ini memakai Intel Celeron SU2300 1.2 Ghz. Prosesor Dual Core ini hanya memerlukan sedikit daya listrik yang pastinya membuat notebook ini hemat baterai. Untuk kartu grafis di dalam, notebook ini memakai Intel GMA 4500HD. Sedangkan kartu grafis tambahannya atau di Docking Station-nya memakai Nvidia Geforce GT220 DDR3 1GB. Lalu untuk media penyimpanannya, notebook ini menggunakan harddisk WDC 2,5 inch yang berkapasitas 320GB dengan kecepatan baca tulis 5400RPM yang biasa digunakan oleh notebook standar. Kemudian untuk memorinya sendiri, notebook ini memakai RAM DDR3 2GB. Untuk layarnya, notebook ini memakai LED 13,3” dengan resolusi maksimal 1366 x 768. Baterai yang digunakan bertipe Li-Polymer 6 cell 3800mAh yang diklaim mampu bertahan selama 6 jam. Saat FILE membuka baterainya, ternyata terdapat slot untuk SIM card yang dapat digunakan sebagai modem 3.5G. Notebook ini sudah satu paket dengan Windows 7 Home Premium 32-bit.



Performance Test


Pertama-tama FILE cukup penasaran dengan tombol Smart yang ada di sebelah tombol Power. Jika kita menekan tombol ini saat notebook masih dalam keadaan mati, maka fitur GIGABYTE Smart Setup akan hidup. Di fitur ini terdapat empat pilihan yaitu, BIOS Setup Utility, System Recovery, Continue to OS, dan Shutdown. Sedangkan jika kita menekan tombol Smart pada saat notebook menyala, maka yang dijalankan adalah Fitur GIGABYTE Smart Manager. Dengan fitur ini, kita dapat mengatur beberapa fungsi atau fitur lain yang terdapat di notebook ini, seperti pengaturan volume suara, brightness layar, rotate display, bluetooth, Wi-Fi, Modem 3.5G, kamera, monitor switch, power management, kalkulator, dan Touchpad setting.



Kemudian FILE mencoba notebook ini dengan beberapa software benchmark seperti PCMark Vantage, 3Dmark06, HD Tune dan Cinebench 10R. Dan hasilnya seperti gambar di bawah ini.



PCmark Vantage




3Dmark06



HD Tune



Cinebench 10R



Lalu FILE ingin mencoba kemampuan dari Docking Station-nya. Pemasangannya cukup mudah, lepas karet penutup docking port, lalu letakkan di atas Docking Station sampai terdengar bunyi “klik”. Melepasnya pun cukup mudah, tarik engsel yang ada di sebelah kanan Docking Station, dan notebook otomatis akan terangkat. Namun sebelum memasangnya, Docking Station harus dipasang power adaptor dulu agar dapat menyala, dan notebook dalam keadaan mati.





Setelah terpasang, FILE agak kebingungan, karena VGA-nya tidak berubah, masih tetap Intel GMA 4500HD. Setelah mencari info dari GIGABYTE, FILE akhirnya tahu bahwa Docking Station-nya hanya dapat digunakan di monitor tambahan. Agak disayangkan memang, lebih baik lagi kalau bisa dipakai langsung di notebook-nya. Kemudian FILE memakai LCD monitor 19” untuk menguji kemampuan VGA-nya. FILE menguji dengan software benchmark 3Dmark06 dan beberapa game benchmark seperti Devil May Cry 4, Resident Evil 5, Street Fighter 4, serta FF XIV online. Berikut hasilnya.



3Dmark06 GeForce GT220



Devil May Cry 4 DirectX 9



Devil May Cry 4 DirectX 10



Resident Evil 5 DirectX 9



Resident Evil 5 DirectX 10



Street Fighter 4



Final Fantasy XIV



Yang cukup menarik dari hasilnya, pada game Resident Evil 5, pada setting-an DirectX 10 ternyata lebih lancar daripada di DirectX 9. Semua game dijalankan dengan resolusi 1366x768 dengan quality High. Dan dilihat dari semua hasilnya, VGA Docking Station ini mampu menjalankan game-game di atas cukup lancar. Namun memang prosesornya kurang mendukung untuk bermain game-game berat di resolusi tinggi. Bagi FILE-readers sekalian yang ingin bermain game di notebook ini dapat mengakalinya dengan mengecilkan resolusinya dan mengurangi kualitas grafis di gamenya agar dapat bermain dengan lancar.

Suara yang dihasilkan speaker notebook ini terdengar biasa saja. Suara bassnya kurang terdengar malah hampir tidak ada. Suara vokalnya juga kurang bulat. Dari segi ketahanan baterai, notebook ini. Jika memakai mode power saver dan menjalankan aplikasi yang ringan, notebook ini bisa bertahan hingga 4 jam. Lalu FILE mencoba untuk bermain game dengan laptop ini dan hasilnya notebook ini mampu bertahan hingga 2,5 jam. Untuk kebisingannya, notebook ini cukup hening. Saat menyalakan notebook ini hampir tidak terdengar suara kipasnya. Namun saat notebook ini membaca DVD, terdengar suara yang cukup kencang dari ODD-nya. Untuk panas yang dihasilkan, jika dipakai selama berjam-jam, notebook ini terasa sedikit hangat di bagian keyboard sebelah kanan. Namun hal tersebut tidak terasa mengganggu dalam memakai notebook ini.

Conclusion


Buat FILE-readers yang ingin memiliki notebook yang mudah dibawa kemana-mana dan senang berinternet-ria dimana saja, FILE merekomendasikan notebook ini untuk menjadi pilihanmu. Selain ringan untuk dibawa kemana-mana, konektivitas yang dimiliki notebook ini juga lengkap, karena sudah terdapat modem 3.5G di dalamnya. Notebook ini juga cocok dipamerkan ke teman-teman kamu, karena modelnya yang cukup bagus dengan material yang juga cukup berkualitas. Untuk sistem Docking Station-nya agak disayangkan karena tidak bisa dipakai langsung di notebook-nya sehingga menjadi kurang praktis. FILE sendiri lebih memilih sistem VGA tambahan yang langsung ditanam di dalam notebook yang dapat di-switch dengan VGA onboard karena lebih praktis. Namun di sisi lain, dengan adanya Docking Station ini, konektivitas yang dimiliki notebook ini menjadi lebih banyak, jika ditotal maka notebook ini memiliki 9 port USB, 2 HDMI port, 2 RJ45 dan 2 VGA out.

Spesifikasi :





Like:
- Desain yang menarik
- Konektivitas yang lengkap
- Ringan
- Kinerja VGA Docking Station yang cukup baik


Dislike:
- Sistem Docking Station yang kurang praktis
- Prosesor kurang kencang
- Tombol touchpad agak keras


Distributed by : PT.Nusantara Jaya Teknologi
Price: +- US$ 950


<< Kembali ke halaman sebelumnya


Please Sign in to comment about this article